Akhirnyaaa......

Assalamu'alaikum

Wuahh,,
Udah lama ga buka blog + bikin post, tak terasa sudah lebih dari 1 tahun. Karena saking sibuknya dengan dunia pekerjaan dan dunia per-armADA-an. Hmm....jadi lupa deh sama nih blog, untung masih bisa dibuka nih blog, kalo udah ga bisa dibuka, wah bisa gawat. Ckckck....

Kalo buka blog ini jadi inget masa-masa PKL dulu 'n teman-teman TKJ, yang awalnya selalu bersama selama 3 tahun di kelas tapi sekarang sudah mencar-mencar tak tahu kemana. Tapi masih ada c beberapa teman TKJ yg sering ketemu karena kita satu perusahaan. Itupun tidak tiap hari ketemu karena beda bagian, ada yang bagian NOC (Network Operational Control) di pusat, NOC di Cengkareng, dan yang lebih jarang ketemu lagi (malah bisa dibilang sudah berbulan-bulan) ada di luar pulau menjadi teknisi lokal.


Hmm,,
Jadi inget jaman-jamannya "bikin blog" jadi trend di TKJ waktu PKL. Hampir semua teman sekelas punya blog dan blog mereka kreatif-kreatif, isinya juga bagus-bagus. Tapi sekarang nasib blognya itu ya sama seperti blog ini tak terurus, tapi masih ada beberapa yang update dan malah bikin blog baru (hehe... :D). Dulu juga sempet bikin blog khusus buat teman2 sekelas namanya rakyatekaje.blogspot.com, tapi ya nasibnya sama seperti blog teman-teman yang lain "hidup segan mati tak mau" (-_-"). Sekarang kebanyakan lebih suka menulis di note facebook, selain lebih mudah ya bisa sekalian online (Upzz...hehe) terus juga bisa ditag ke teman2 kalo ada note yg bagus.

Huaahh......
Jadi kangen ma teman2 TKJ nih, kapan bisa ngumpul2 lengkap seperti masih di kelas dulu. Waktu bulan puasa kemarin sempat ada secercah harapan (jiahh, lebay bgt bahasanya) untuk ngumpul bareng teman2 TKJ dalam rangka bukber (buka bersama). Tapi apa daya, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Acara bukber dengan rencana "seadanya", dan yg datang pun "seadanya". Wah,,sungguh kecewa saya, padahal saya sudah memilih menghadiri acara bukber TKJ daripada bukber armADA n ADA Band yang kebetulan tanggalnya bersamaan :'(. Tapi tak apalah, yg penting saya sudah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan acara bukber tersebut. Mungkin tahun ini saya tidak dapat berpartisipasi dalam acara bukber TKJ, itupun kalo tahun ini mw membuat acara bukber lagi. Bukannya saya menolak untuk ikut acara bukber TKJ, kan tadi sudah saya bilang "mungkin". Mungkin saya sedang di luar kota, mungkin saya sedang sakit, atau mungkin alasan lain, kan tidak ada yang tahu keadaan nanti.

Ya sudahlah,,
Kalo begitu cukup sekian post saya hari ini, berhubung adzan maghrib sudah berkumandang. Saya mw mandi n shalat dulu. Sampai ketemu di post saya selanjutnya. Hehe.... :)

Wassalamu'alaikum
Read More. . . . .

[MUST READ!!!] Gaji Minimal Untuk Menikah !!!


Seorang temen pernah bertanya ....(siapa ya ?..tebak aja sendiri..) "eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp#### bisa ga ya?

hmmm.....
Maka dari pertanyaan itu dibuat survey asal, dan berikut adalah daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit. Sekedar berbagi aja, buat temen2 yang mungkin juga mengalami 'Matery after merit phobia syndhrome'.


Daftar anggaran bulanan (asumsi :disusun berdasarkan skala proritas,disusun dengan sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah)

1. Makan

Dengan asumsi sekali makan adalah 5000 Maka makan 3x sehari,kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat pacaran ajah), kali 30 hari adalah Rp900.000

Tips
Rajin2 ke kondangan atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya Pasti lebih ngirit


2.Kontrakan

Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak, Maka dana untuk kontrakan sekitar 500.000/bulan

Tips
Tinggallah di Pondok Mertua Indah Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada. Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk 'makan ati'
(^__^)

3. Listrik dan Air

Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah 100.000/bulan

Tips
Jangan pake AC, cukup AC (angin cendela),Jangan suka main Plestesyen, cukup main monopoli,sudamanda atau gaple ama istri terasa lebih romantis

4. Transportasi
Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit ririt, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah 100.000

Tips
Gunakanlah Bensin campur! (maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit)
Atau ikutlah "Nebeng Fans Club", dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebihmenyenangkan

5. Komunikasi

Dengan asumsi pake cdma yang 1000/menit maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah 100.000

Tips
Pakelah 'FREN' yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang"Freeen...minjam HP nya dong freen...")

6. Keperluan Sehari2

Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar 50.000

Tips:
Mandi kalo perlu saja,Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali.
Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata

7. Kesehatan

Seperti minyak kayu putih,vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar 50.000

Tips
Jaga kesehatan
Jangan begadang...kalo tiada artinya...begadang bole saja...asalkan sambil
ronda (halah!!)

8.Entertaiment

Nah ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nomat,liat live music,lari pagi di monas, atau makan martabak sekali2

Jadii...
Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah
sebesar :

1.800.000/bulan

(syeeett dah...masih gede juga ya)

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen2 ketika pengen nikah, untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada. Kalopun masih 'besar pasak daripada tiang'
Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang...ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan
ketika anda memutuskan untuk menikah

(serius mode on*)

Yaitu, berkah menikah :kimpoi:

Selalu, Tuhan akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa, Selalu bersukur dan percaya bahwa Tuhanlah raja dari segala
raja akunting!

so, stop accounting, just do it!




sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?s=1c6ea98700f6ba579a5d31bf89555b14&t=2183385


Read More. . . . .

BAIKNYA

kehilangan dirimu
menyakitkan nurani
separuh nyawa terbawa
menyisakan perih di hatiku

baiknya semua kenangan yang terindah
tak kubalut dengan tangis
baiknya setiap kerinduan yang merajam
tak ku ratapi penuh penyesalan

ku hanya terus berharap
ini bukan kenyataan
kau pergi tinggalkan dunia fana
akhiri kisah asmara kita berdua

baiknya semua kenangan yang terindah
tak kubalut dengan tangis
baiknya ku lepaskan segala kepedihan
tuk merelakanmu

mengapa semua ini terjadi
betapa ku mencintai dirimu
ku tak kuasa menahan kesedihan
yang begitu dalam

baiknya semua kenangan yang terindah
tak kubalut dengan tangis
baiknya setiap kerinduan yang merajam
tak ku ratapi penuh penyesalan

baiknya semua kenangan yang terindah
tak kubalut dengan tangis
baiknya ku lepaskan segala kepedihan
tuk merelakanmu

Created By ADA Band...
Read More. . . . .

Room Mate (Hamkhaneh)

Genre: Drama Komedi
Sutradara: Mehrdad Farid
Pemain: Bita Saharkhiz, Ali Reza Ashkan, Maryam Bubani
Durasi: 93 menit


Apa jadinya jika seorang gadis terpaksa serumah dengan lelaki yang bukan muhrimnya?? Di negara seperti Iran, ini masalah besar, karena dilarang keras oleh hukum agama maupun hukum sipil setempat.

Tapi Mahsa (Bita Saharkhiz) tak punya pilihan lain, karena tanpa Jamshid (Ali Reza Ashkan), ia tak akan punya tempat bermukim untuk menyelesaikan kuliahnya di Teheran. Dilema dan konflik inilah yang menjadi tema cerita film Room Mate (Hamkhaneh, 2008).

Masha dan Jamshid terpaksa berbohong sebagai pasangan suami istri agar dapat menempati rumah kosong milik seorang nenek tua yang akan berjalan-jalan ke luar negeri. Keduanya juga harus bahu-membahu memenuhi segala kebutuhan mulai dari belanja, memasak, sampai membersihkan rumah.

Keadaan menjadi kacau saat sang nenek tidak jadi jalan-jalan ke luar negeri karena visanya ditolak. Ketegangan pun semakin memuncak ketika ayah Masha berkunjung dan menginap.

Film yang skenarionya ditulis sendiri oleh sang sutradara Mehrdad Farid dan diproduksi di tahun 2008 ini menggambarkan berbagai situasi yang pelik, menegangkan, namun cukup menggelitik. Human tragedy yang biasanya muncul dalam kebanyakan film Iran, nyaris tak terlihat dalam film ini.

Berbagai adegan yang dikemas dengan pola editing yang ketat dan cepat membuat penonton merasa gemas, penasaran dan bahkan tertawa terbahak-bahak. Film ini juga mengajak penonton untuk
melihat bagaimana kehidupan masa kini di kota besar seperti Teheran, lengkap dengan problem-problem sosial seperti peredaran obat terlarang dan pelacuran.

Diawali dengan adegan Mahsa (Bita Saharkhiz) yang berjalan di lorong sekolah sambil meyakinkan para dosen, penonton langsung diarahkan untuk menyimpulkan karakter Mahsa. Mahsa adalah seorang perempuan yang pantang menyerah, obsesif, dan cenderung pemaksa. Karena kehilangan tempat tinggal, Mahsa terpaksa mencari tempat tinggal lain untuk tiga bulan ke depan, hingga ia lulus. Dengan uang seadanya dan tak bisa mengharapkan bantuan dari sang Ayah, apa yang bisa Mahsa perbuat?

Mahsa yang ta
k kehilangan akal, menyambut baik ide teman kerjanya untuk menjaga rumah seorang wanita tua, Fakhri. Sayangnya, Fakhri memberikan satu syarat mutlak, orang yang boleh menjaga rumahnya hanya pasangan yang sudah menikah. Mahsa pun repot mencari seorang lelaki untuk diajak berpura-pura menjadi suaminya, hingga ia bertemu Jamshid (Ali Reza).

Bersama Jamshid, Mahsa pun menciptakan kebohongan demi kebohongan. Taktik mereka berlangsung mul
us, hingga Fakhri berangkat ke luar negeri. Mahsa yang terlanjur merasa bebas dan nyaman di rumah Fakhri, kelabakan ketika mengetahui Fakhri batal bepergian. Hal itu berarti, ia dan Jamshid harus lebih meyakinkan Fakhri agar tidak kehilangan tempat tinggal. Alhasil, mereka benar-benar harus hidup dalam satu atap, dan berpura-pura menjadi suami istri.

Di sinilah cerita mulai berliku-liku. Di negara seperti Iran, dua orang yang tidak menikah namun hidup dalam satu rumah, merupakan permasalahan besar. Bagaimana Mahsa dan Jamshid yang harus berperan sebagai suami istri di hadapan orang lain, dan kekhawatiran terhadap penilaian orang lain, mampu mengulirkan cerita demi cerita.

Ide cerita "Room Mate" sebenarnya menarik, bahkan bisa dikatakan sederhana. Karena jika tema "hidup seatap" diangkat oleh film lokal (Indonesia), barangkali akan terlihat biasa dan hambar. Namun ketika setting Iran yang mewakili, bisa berubah menjadi suatu hal yang berbeda. Saking sederhananya, cerita melaju linier. Tak ada subplot yang ditawarkan. Tak perlu banyak berpikir untuk menikmati film ini. Cukup duduk santai, penonton bisa tersenyum sesekali melihat tingkah polah Mahsa dan Jamshid.

Sayang, ide cerita tidak diikuti oleh penggarapan yang apik. Sinematografi seadanya, menjadi teman penonton hingga akhir cerita. Yang agak berbeda adalah bagaimana sequence gambar-gambar diambil. Juru kamera tampak mampu mengambil gambar dari sudut yang agak berbeda, tak terpikirkan sebelumnya. Dari situ terlihat, banyak hal yang sedang dieksplorasi. Layaknya film indie.

Lewat cerita yang dibingkai dalam "Room Mate" pula, penonton diajak untuk melihat kehidupan Teheran masa kini. Banyak pula masalah sosial yang diperlihatkan. Sebut saja masalah seperti peredaran obat terlarang, pekerja seks komersial, hingga moral. Namun, permasalahan itu hanya ditimbulkan dalam porsi yang sangat kecil. Kalaupun ada yang konsisten diperlihatkan adalah norma-norma yang selama ini dipegang oleh film ala Iran. Tak ada satu pun adegan sentuhan fisik antara Masha dan Jamshid, atau Masha yang selalu tampil berkerudung.
Huebat! Sampai-sampai foto "wedding" yang menjadi bukti 'kontak fisik' pun ternyata diambil secara terpisah & disatukan dengan teknologi. Kreatif...

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=42253

Read More. . . . .